Minggu, 08 April 2012
Rabu, 04 April 2012
Late posting, Indonesiaku sayang Indonesiaku malang
Satu bulan gak ngerpost blogie. He he he.
Biasalah sibuk sama kesibukan yang sangat sibuk, tah apa deh kesibukan itu yang penting aku sibuk. Ada lawan sibuk aku? *gakjelas* ha ha ha.
Jiwa Patriotisme lagi keluar neh, daaaaaannn.... Lagi pengen ditumpah ruahkan dalam tulisan ini. Ya, kali-kali aja ada pejabat negara yang negbaca postingan diblog ini manatau HATINYA SEDIKIT TERENYUH dan OTAKNYA MIKIR REALISTIS. Emang sih, aku nol besar kalo ngomongin soal politik dan politikus sampe ke dasar-dasar lembah kepalsuannya itu *eh hehehe tapi boleh dong aku sebagai (masih dan akan terus) masyarakat Indonesia ku tersayang ini berkomentar. Sebenernya sih gak cuma pengen komen, pengen bilang dan berbuat tapi apalah daya, aku cuma rakyat jelata yang aspirasinya (mungkin) tidak akan didengar *sedih*
Makin lama, makin boborok aja nih negara ku yang indah. Keadilan gak ada, kemakmuran sirna, kebodohan merajalela. Uyuuuuhhh, dimanalah hati para penanggung jawab itu? Atau keanggotaan mereka didirikan hanya untuk "formalitas" belaka? Gimana enggak orang bakal nyangka gitu, jelas-jelas yang ada di Indonesia saat ini adalaaaaaaaaaaaaaaahhhh.... Kesengsaraan, ketidak adilan, kemiskinan, daaaaaaaaaaannn..... Kebodohan.
Gimana jadinya ya, kalau Presiden dan anak buahnya itu jadi naikin BBM?? Beuuuuuuuuhh, yang kaya makin kaya dan yang miskin tinggal harapan. Jangankan buat makan berbulan, untuh satu hari aja mungkiiiiinn.... Mereka bakal mengais-ais sampah makanan yang ada. Kalo dirasa-rasa, Presiden mau mengalihkan pemberitaan atas anggota partainya yang udah "terlihat jelas" mangkir dari iklan yang digembar gembor. Hihihi. Bapak Presiden takut yaa? Wkwk. Mayarakat gak sedikit kok yang pintar dan bernalar panjang, ada bahkan BANYAK!!
AH! Boleh gak nyalahin Presiden? Kebanyakan pidato tanpa ada tindakan langsung. Malas, atau takut? Kasian sekali yah, kami-kami ini rakyat jelata yang semestinya mendapat imbal balik yang sesuai dnegan harapan. HARUSNYA SIH. Pejabatr udah dikasih duit, masyarakat dapat ruginya aja. Keluarin uang banyak-banyak buat pejabat, eh masih aja pada ngerasa kurang. Ngerasa kurang atau rakus? He he he.
Aku kira, mereka-mereka yang ada di gedung DPR RI itu bisa menjaga sikap loh. Eh gak taunya, lebih mudah kasih tahu anak kelas 1 SD dibandingkan bapak-bapak dan ibu-ibu ber-tittle. Lagi rapat kok bisa-bisanya saling ejek. Katanya udah sekolah tinggi, bahkan sampai luar negeri, masa tingkah masih kalah sopan sama sopir truk dan pereman pasar.
Biasalah sibuk sama kesibukan yang sangat sibuk, tah apa deh kesibukan itu yang penting aku sibuk. Ada lawan sibuk aku? *gakjelas* ha ha ha.
Jiwa Patriotisme lagi keluar neh, daaaaaannn.... Lagi pengen ditumpah ruahkan dalam tulisan ini. Ya, kali-kali aja ada pejabat negara yang negbaca postingan diblog ini manatau HATINYA SEDIKIT TERENYUH dan OTAKNYA MIKIR REALISTIS. Emang sih, aku nol besar kalo ngomongin soal politik dan politikus sampe ke dasar-dasar lembah kepalsuannya itu *eh hehehe tapi boleh dong aku sebagai (masih dan akan terus) masyarakat Indonesia ku tersayang ini berkomentar. Sebenernya sih gak cuma pengen komen, pengen bilang dan berbuat tapi apalah daya, aku cuma rakyat jelata yang aspirasinya (mungkin) tidak akan didengar *sedih*
Makin lama, makin boborok aja nih negara ku yang indah. Keadilan gak ada, kemakmuran sirna, kebodohan merajalela. Uyuuuuhhh, dimanalah hati para penanggung jawab itu? Atau keanggotaan mereka didirikan hanya untuk "formalitas" belaka? Gimana enggak orang bakal nyangka gitu, jelas-jelas yang ada di Indonesia saat ini adalaaaaaaaaaaaaaaahhhh.... Kesengsaraan, ketidak adilan, kemiskinan, daaaaaaaaaaannn..... Kebodohan.
Gimana jadinya ya, kalau Presiden dan anak buahnya itu jadi naikin BBM?? Beuuuuuuuuhh, yang kaya makin kaya dan yang miskin tinggal harapan. Jangankan buat makan berbulan, untuh satu hari aja mungkiiiiinn.... Mereka bakal mengais-ais sampah makanan yang ada. Kalo dirasa-rasa, Presiden mau mengalihkan pemberitaan atas anggota partainya yang udah "terlihat jelas" mangkir dari iklan yang digembar gembor. Hihihi. Bapak Presiden takut yaa? Wkwk. Mayarakat gak sedikit kok yang pintar dan bernalar panjang, ada bahkan BANYAK!!
AH! Boleh gak nyalahin Presiden? Kebanyakan pidato tanpa ada tindakan langsung. Malas, atau takut? Kasian sekali yah, kami-kami ini rakyat jelata yang semestinya mendapat imbal balik yang sesuai dnegan harapan. HARUSNYA SIH. Pejabatr udah dikasih duit, masyarakat dapat ruginya aja. Keluarin uang banyak-banyak buat pejabat, eh masih aja pada ngerasa kurang. Ngerasa kurang atau rakus? He he he.
Aku kira, mereka-mereka yang ada di gedung DPR RI itu bisa menjaga sikap loh. Eh gak taunya, lebih mudah kasih tahu anak kelas 1 SD dibandingkan bapak-bapak dan ibu-ibu ber-tittle. Lagi rapat kok bisa-bisanya saling ejek. Katanya udah sekolah tinggi, bahkan sampai luar negeri, masa tingkah masih kalah sopan sama sopir truk dan pereman pasar.
Rabu, 08 Februari 2012
Indonesia-ku Sayang
Ceyamat mayam blogieeee (yaelah ini aku tiba-tiba kenapa back to alay yak :-x hahaha aku juga gak tau. Biarlah) malamnya sepi yah? Iyalah jelas. Orang dikamar sendirian doang :-x hahaha.
Malam ini. Emmm.. Kenapa nulis judul Indonesia ku Sayang??? Ya soalnya negeri tercinta, dan dimana aku dilahirkan ya di Indonesia-ku Sayang. Hehehe :-D bukan siiihhh sebenernya. Pengen nulis aja, abis mantengin televisi dan mantengin salah satu stasiun televisi swasta yang menyajikan banyak berita tentang negeriku yang indah dan makmur sebenarnya.
Kadang mikir. Masyarakat negeri ini tu sebenernya gak bodoh lagi. Bukan bangsanya yang bodoh, tapi situasinya yang membuat masyarakat dan bangsa ini terlihat bodoh daaaaaaaan..... Terlihat tertidas dan dijajah oleh negeri lain. Kenapa begitu?? Yah, kita saja bangsa asli Indonesia masih suka menjajah negeri sendiri. Loh? Kok? Iya dong, gimana kita gak menjajah negeri sendiri. Sedangkan kita masih suka gak bener dengan mengucapkan nama negara kita sendiri. Indonesia, berarti ejaannya itu I-n-d-o-n-e-s-i-a. Right?? Jelas dong, tapi kebanyak dari bangsa ini masih menyebut nama negara ini dengan ejaan yang salah, yaitu e-n-d-o-n-e-s-i-a. Gimana negara lain mau gak menjajah dan curang etrhadap negara kita ini, kita aja masih curang dan salah dalam penyebutannya. Ah, Indonesia-ku. Betapa negeri ini akan lebih indah dan lebih maju bila kita bangsanya mulai untuk tidak salah dalam penyebutan nama negara kita sendiri.
Mungkin, memang gak hanya dari slah penyebutan nama negara,bangsa kita dijajah. Iyalah, JELAS!! Banyak petinggi negara yang sekarang atau bahkan dari dulu egois dan suka mikirin diri sendiri. Gimana gak mikirin diri sendiri. Kalo ketimpa masalah hukum yang mengait pasti bakalan sibuk dengan urusannya itu, dan selanjutnya tugasnya sebagai petinggi dan pengurus negara serta rakyat terbengkalai gitu aja. Lain itu, yang udah basi dan SANGAT MENDARAH DAGING bagi bangsa ini KKN. Oh yeah!! Aku gak munafik, kalo kadang memang suka ngelebihin uang jajan waktu minta sama babeh. Dan yaaahh.. Rasa takut lebih dominan dalam hatiku yang akhirnya memaksa aku untuk jujur kalau aku bohong.. Dan mungkin hal-hal kaya gitulah yang membuat para petinggi dna pemerintah negeri ini memulai untuk menilap uang rakyat. Yah, gak akan bisa dihentikan kebiasaan itu. Kenapa?? Karena, koruptorpun tetap bisa membeli hukum. Bagaimanapun kesalahannya, dan bagaimanapun merugikannya ia. Ya, problematika negara ini yang terparah adalah HUKUM BISA DIBELI ohohoho. Malangnya negeriku tersayang :-# mungkin bisa berhenti, kalau dalam hati koruptor sendiri menyadari keslahan. Atau kita memang harus menanti mereka mempunyai rasa takut?? Kapan? Entahlah. Mungkin juga, mereka dalah orang-orang terpelajar yang gak pernah liat uang. Huahahahahahaha :-D maaf :-p tapi gak salah toh? Masing-masing mereka kan udha dapat jatah dari negara, tapi kenapa tetap ambil sesuatu dan jatah yang bukan milik mereka. Ah, dasar tikus.. Ya begitulah. RAKUS!!
Malam ini. Emmm.. Kenapa nulis judul Indonesia ku Sayang??? Ya soalnya negeri tercinta, dan dimana aku dilahirkan ya di Indonesia-ku Sayang. Hehehe :-D bukan siiihhh sebenernya. Pengen nulis aja, abis mantengin televisi dan mantengin salah satu stasiun televisi swasta yang menyajikan banyak berita tentang negeriku yang indah dan makmur sebenarnya.
Kadang mikir. Masyarakat negeri ini tu sebenernya gak bodoh lagi. Bukan bangsanya yang bodoh, tapi situasinya yang membuat masyarakat dan bangsa ini terlihat bodoh daaaaaaaan..... Terlihat tertidas dan dijajah oleh negeri lain. Kenapa begitu?? Yah, kita saja bangsa asli Indonesia masih suka menjajah negeri sendiri. Loh? Kok? Iya dong, gimana kita gak menjajah negeri sendiri. Sedangkan kita masih suka gak bener dengan mengucapkan nama negara kita sendiri. Indonesia, berarti ejaannya itu I-n-d-o-n-e-s-i-a. Right?? Jelas dong, tapi kebanyak dari bangsa ini masih menyebut nama negara ini dengan ejaan yang salah, yaitu e-n-d-o-n-e-s-i-a. Gimana negara lain mau gak menjajah dan curang etrhadap negara kita ini, kita aja masih curang dan salah dalam penyebutannya. Ah, Indonesia-ku. Betapa negeri ini akan lebih indah dan lebih maju bila kita bangsanya mulai untuk tidak salah dalam penyebutan nama negara kita sendiri.
Mungkin, memang gak hanya dari slah penyebutan nama negara,bangsa kita dijajah. Iyalah, JELAS!! Banyak petinggi negara yang sekarang atau bahkan dari dulu egois dan suka mikirin diri sendiri. Gimana gak mikirin diri sendiri. Kalo ketimpa masalah hukum yang mengait pasti bakalan sibuk dengan urusannya itu, dan selanjutnya tugasnya sebagai petinggi dan pengurus negara serta rakyat terbengkalai gitu aja. Lain itu, yang udah basi dan SANGAT MENDARAH DAGING bagi bangsa ini KKN. Oh yeah!! Aku gak munafik, kalo kadang memang suka ngelebihin uang jajan waktu minta sama babeh. Dan yaaahh.. Rasa takut lebih dominan dalam hatiku yang akhirnya memaksa aku untuk jujur kalau aku bohong.. Dan mungkin hal-hal kaya gitulah yang membuat para petinggi dna pemerintah negeri ini memulai untuk menilap uang rakyat. Yah, gak akan bisa dihentikan kebiasaan itu. Kenapa?? Karena, koruptorpun tetap bisa membeli hukum. Bagaimanapun kesalahannya, dan bagaimanapun merugikannya ia. Ya, problematika negara ini yang terparah adalah HUKUM BISA DIBELI ohohoho. Malangnya negeriku tersayang :-# mungkin bisa berhenti, kalau dalam hati koruptor sendiri menyadari keslahan. Atau kita memang harus menanti mereka mempunyai rasa takut?? Kapan? Entahlah. Mungkin juga, mereka dalah orang-orang terpelajar yang gak pernah liat uang. Huahahahahahaha :-D maaf :-p tapi gak salah toh? Masing-masing mereka kan udha dapat jatah dari negara, tapi kenapa tetap ambil sesuatu dan jatah yang bukan milik mereka. Ah, dasar tikus.. Ya begitulah. RAKUS!!
to be continued
Senin, 06 Februari 2012
Thx For Auratmu!
Weeeelll... Sore sunyi blogie :-x
Sepinya kosan ini bikin aku makin suntuk untuk terus ada dijogja. Ah, seandainya nilai salah satu mata kuliahku gak jelek mungkin aku sekarang udah lagi berlenggang dirumah, atau lagi mengacaukan masakan mama. Hehehe :-D oh mama, betapa anakmu sangat kangen :-( seandainya rasamu tak begitu kuat dengan anak-anak kecil itu, udah aku minta mama untuk ada disini bareng aku. Tapiii.. ah aku tau itu bentuk perjuangan mama untuk mencerdaskan anak-abnak indonesia, dnegan moral yang baik tentunya. Amin :)
Oh yaaa.. Btw, tulisan sore ini aku dedikasikan untuk perempuan-perempuan, gadis-gadis dan para wanita yaa yang mungkin akan membaca tulisan ini. Dan pasti juga untukku :-)
Awalnya ketoko buku cuma mau nyariin buku titipan abang aku yang yaa... Beberapa hari kemarin bawel sekali dan maksa untuk dicarikan tapi smape saat ini aku belum juga dapet seperti apa yang dia mau. Dan udah mesti dia harus bersabar. Hehehehe :D Oke, aku muterin toko buku itu, smape aku berhenti dirak buku-buku novel best seller, dan WOW i get the book, ya the title is Thx For Auratmu. The amazing book of course. Entahlah, aku benar-benar tertarik dengan buku ini, ya meskipun tujuan utamaku gak dapet tapi, paling enggak aku gak sia-sia datang ketoko buku dengan tangan kosong. Hehehe. Okay, i bought it. Hehehe im sorry dad i cant resist not to buy this book :-D maaf ya babeh tersayang aku jadi kurang menghemat uang jajanku yang yah, sedang minim ini :-#
Oh ya. Isinya emmm.. Aku sekedar copas aja lah ya.. Ah, miris sekali membaca buku ini dengan beberapa anggapan dari para pria (pasti kebanyakan akan beranggapan yang sama seperti dalam buku itu) jadi begini sepenggal isinya
"Semakin kau buka auratmu, maka semakin habislah misterimu..." uwooo ya emang sih aku setuju banget, mungkin kalimat itu tidak untuk melecehkan atau menyepelekan lebih karena peduli agar kita wanita tak lagi mengubar sesuatu yang semsetinya hanya kita yang mengonsumsinya bukan untuk konsumsi publik :-D
Ada lagi isi yang, yah semstinya jadi renungan para wanita.
Kukira dulu itu hanya sekedar celoteh usilnya menyaksikan betapa mudahnya menemukan wanita-wanita yang mengumbar auratnya dimana-mana, disepanjang jalanan dan trotoar, juga mal dan pasar. Bahkan, pernah dia bergumam gini, "Aih, kemaluan-kemaluan kok diserahkan begitu saja tidak pada tempatnya seolah tidak ada yang punya lagi...." Kalimatnya 'kemaluan-kemaluan berserakan seolah tak ada yang punya' mengandaikan bahwa aurat-aurat itu begitu mudahnya dijumpai semudah menemukan serakan daun kering hingga plastik bekas belanjaan tanpa nilai. Seolah tak ada yang punya, seolah tak ada harganya.
So, lantaran kesannya aurat-aurat itu sudah tak bernilai lagi, maka ia terasa begitu rendahnya, tanpa chemistry dan misteri apa pun.
Ah ya Tuhan, betapa hati ini rasanya seperti dilempar dengan batu besar. Aku saja yang yah, sekarang udah menggunakan jilbab ngerasain sakit baca isi buku itu. Bagaimana dengan kalian yang hobinya memaerkan paha dan belahan dada kalian? Aku memang belum menjadi muslimah yang ya kental dengan jilbabku tapi insyaAllah paling tidak aku sedang berusaha untuk mengubah cara berpakaian serta hidupku. Menjaga apa yang seharusnya memang harus dijaga agar yang lain tak dapat menyentuhnya. Aku gak munafik, dulu aku juga mungkin suka mengenakan hotpan tapi itu hanya aku lakukan diruamh tidak untuk aku bawa bepergian. Alhamdulillah masih punya batasan. Aku bukan sedang membagus-baguskan diri sendiri hanya mengingat bagaimana dulu :-) ya mungkin aku pernah mengunakan minidress tapi hanya untuk keperluan sesaat. Memang gak semua orang yang pakaiannya minim itu perilakunya juga minim, dan gak semua yang pakaiannya tertutup kelakuannya baik. Ya, humans. Will never be separated from mistake. Well, the attitude or words. Hihihi :)
Ataukah, pemandangan-pemandangan itu memang pertandanya semakin tua dunia ini? Aku bukan orang yamg agamis tapi aku juga bukan orang yang tidak peduli dengan kepercayaanku dengan Tuhanku :) aku tidak sedang membicarakan tingkat keimanan atau ketakwaan seseorang, tapi kita semua pasti udah bisa mengukur dan berfikir gimana buruknya dunia sekarang ini. Penurunan iman orang-orang, bahkan mungkin sekarang banyak dari manusia yang menjadi atheist tapi semoga diantara kita baik aku, kamu, dia, atau mereka bukanlah diantara orang-orang tersebut.
Ada lagi, bagian dari tulisan dalam buku itu yang yah, aku rasa memang benar.
Setiap ada bagian dari aurat itu yang dibuka, apalagi dibiarkan dikeramus diatas nama cinta sekalipun, semakin habislah misteri bagian-bagian aurat itu dari dirimu. Semakin jauh kau buka, maka akan semakin jauh pulalah pudarnya chemistry-mu.
Hingga pada titik penghabisan, di mana sudah tidak ada lagi aurat yang lebih hebat dari aurat terakhirmu, jika masih kau buka juga, masih kau biarkan dikremeti juga, maka sempurnalah habis dirimu sebagai manusia!
Ah, wanita. Betapa sangat terlihat tidak berharganya kita bila bagian yang seharusnya kita tutup menjadi tontonan gratis bagi kaum adam dan dengan pikiran negatif mereka terhadap apa yang mereka lihat. Kita membiarkan mereka menikmati keindahan tubuh kita dengan sangat gratis, ah pelacurpun enggak dilihat dan diraba dengan gratis. Bukan membandingkan dengan pelacur, tapi coba lah memahami. Kita bisa jauh lebih berharga dari sebuah intan, intan termahal yang sering dilelang oleh banyak saudagar kaya. Sedih, ternyata anggapan kaum adam tak lebih dari sebuah lecehan. Oh mungkin bukan lecehan, tapi sekedar opini miring ah sama aja kan? Intinya tetep aja mencela.
So, come on guys. Ayo kita sama-sama membenahi diri. Jadikan diri kita lebih mahal dari intan permata. Kita pasti bisa lebih dari itu :)
Sepinya kosan ini bikin aku makin suntuk untuk terus ada dijogja. Ah, seandainya nilai salah satu mata kuliahku gak jelek mungkin aku sekarang udah lagi berlenggang dirumah, atau lagi mengacaukan masakan mama. Hehehe :-D oh mama, betapa anakmu sangat kangen :-( seandainya rasamu tak begitu kuat dengan anak-anak kecil itu, udah aku minta mama untuk ada disini bareng aku. Tapiii.. ah aku tau itu bentuk perjuangan mama untuk mencerdaskan anak-abnak indonesia, dnegan moral yang baik tentunya. Amin :)
Oh yaaa.. Btw, tulisan sore ini aku dedikasikan untuk perempuan-perempuan, gadis-gadis dan para wanita yaa yang mungkin akan membaca tulisan ini. Dan pasti juga untukku :-)
Awalnya ketoko buku cuma mau nyariin buku titipan abang aku yang yaa... Beberapa hari kemarin bawel sekali dan maksa untuk dicarikan tapi smape saat ini aku belum juga dapet seperti apa yang dia mau. Dan udah mesti dia harus bersabar. Hehehehe :D Oke, aku muterin toko buku itu, smape aku berhenti dirak buku-buku novel best seller, dan WOW i get the book, ya the title is Thx For Auratmu. The amazing book of course. Entahlah, aku benar-benar tertarik dengan buku ini, ya meskipun tujuan utamaku gak dapet tapi, paling enggak aku gak sia-sia datang ketoko buku dengan tangan kosong. Hehehe. Okay, i bought it. Hehehe im sorry dad i cant resist not to buy this book :-D maaf ya babeh tersayang aku jadi kurang menghemat uang jajanku yang yah, sedang minim ini :-#
Oh ya. Isinya emmm.. Aku sekedar copas aja lah ya.. Ah, miris sekali membaca buku ini dengan beberapa anggapan dari para pria (pasti kebanyakan akan beranggapan yang sama seperti dalam buku itu) jadi begini sepenggal isinya
"Semakin kau buka auratmu, maka semakin habislah misterimu..." uwooo ya emang sih aku setuju banget, mungkin kalimat itu tidak untuk melecehkan atau menyepelekan lebih karena peduli agar kita wanita tak lagi mengubar sesuatu yang semsetinya hanya kita yang mengonsumsinya bukan untuk konsumsi publik :-D
Ada lagi isi yang, yah semstinya jadi renungan para wanita.
Kukira dulu itu hanya sekedar celoteh usilnya menyaksikan betapa mudahnya menemukan wanita-wanita yang mengumbar auratnya dimana-mana, disepanjang jalanan dan trotoar, juga mal dan pasar. Bahkan, pernah dia bergumam gini, "Aih, kemaluan-kemaluan kok diserahkan begitu saja tidak pada tempatnya seolah tidak ada yang punya lagi...." Kalimatnya 'kemaluan-kemaluan berserakan seolah tak ada yang punya' mengandaikan bahwa aurat-aurat itu begitu mudahnya dijumpai semudah menemukan serakan daun kering hingga plastik bekas belanjaan tanpa nilai. Seolah tak ada yang punya, seolah tak ada harganya.
So, lantaran kesannya aurat-aurat itu sudah tak bernilai lagi, maka ia terasa begitu rendahnya, tanpa chemistry dan misteri apa pun.
Ah ya Tuhan, betapa hati ini rasanya seperti dilempar dengan batu besar. Aku saja yang yah, sekarang udah menggunakan jilbab ngerasain sakit baca isi buku itu. Bagaimana dengan kalian yang hobinya memaerkan paha dan belahan dada kalian? Aku memang belum menjadi muslimah yang ya kental dengan jilbabku tapi insyaAllah paling tidak aku sedang berusaha untuk mengubah cara berpakaian serta hidupku. Menjaga apa yang seharusnya memang harus dijaga agar yang lain tak dapat menyentuhnya. Aku gak munafik, dulu aku juga mungkin suka mengenakan hotpan tapi itu hanya aku lakukan diruamh tidak untuk aku bawa bepergian. Alhamdulillah masih punya batasan. Aku bukan sedang membagus-baguskan diri sendiri hanya mengingat bagaimana dulu :-) ya mungkin aku pernah mengunakan minidress tapi hanya untuk keperluan sesaat. Memang gak semua orang yang pakaiannya minim itu perilakunya juga minim, dan gak semua yang pakaiannya tertutup kelakuannya baik. Ya, humans. Will never be separated from mistake. Well, the attitude or words. Hihihi :)
Ataukah, pemandangan-pemandangan itu memang pertandanya semakin tua dunia ini? Aku bukan orang yamg agamis tapi aku juga bukan orang yang tidak peduli dengan kepercayaanku dengan Tuhanku :) aku tidak sedang membicarakan tingkat keimanan atau ketakwaan seseorang, tapi kita semua pasti udah bisa mengukur dan berfikir gimana buruknya dunia sekarang ini. Penurunan iman orang-orang, bahkan mungkin sekarang banyak dari manusia yang menjadi atheist tapi semoga diantara kita baik aku, kamu, dia, atau mereka bukanlah diantara orang-orang tersebut.
Ada lagi, bagian dari tulisan dalam buku itu yang yah, aku rasa memang benar.
Setiap ada bagian dari aurat itu yang dibuka, apalagi dibiarkan dikeramus diatas nama cinta sekalipun, semakin habislah misteri bagian-bagian aurat itu dari dirimu. Semakin jauh kau buka, maka akan semakin jauh pulalah pudarnya chemistry-mu.
Hingga pada titik penghabisan, di mana sudah tidak ada lagi aurat yang lebih hebat dari aurat terakhirmu, jika masih kau buka juga, masih kau biarkan dikremeti juga, maka sempurnalah habis dirimu sebagai manusia!
Ah, wanita. Betapa sangat terlihat tidak berharganya kita bila bagian yang seharusnya kita tutup menjadi tontonan gratis bagi kaum adam dan dengan pikiran negatif mereka terhadap apa yang mereka lihat. Kita membiarkan mereka menikmati keindahan tubuh kita dengan sangat gratis, ah pelacurpun enggak dilihat dan diraba dengan gratis. Bukan membandingkan dengan pelacur, tapi coba lah memahami. Kita bisa jauh lebih berharga dari sebuah intan, intan termahal yang sering dilelang oleh banyak saudagar kaya. Sedih, ternyata anggapan kaum adam tak lebih dari sebuah lecehan. Oh mungkin bukan lecehan, tapi sekedar opini miring ah sama aja kan? Intinya tetep aja mencela.
So, come on guys. Ayo kita sama-sama membenahi diri. Jadikan diri kita lebih mahal dari intan permata. Kita pasti bisa lebih dari itu :)
Selasa, 17 Januari 2012
Amazing Wonosobo
Hi bloggiiiiiiiiieeeeeeee.. Udah berapa lama ya gak nulis? Gak lama-lama banget mesti. Hehehe :D
Holiday is over. Belumberakhir sih sebenernya, cuma liburan ke Wonosobonya aja yang udah kelar. Gak pengen cepet-cepet balik Jogja sebenernya cuma yaaaaaaaa.... Gitu deh.
Perdana banget ke Wonosobo, indah. Itu kesan pertama yang bisa aku ucapkan saat tiba disana. Memang cuma kota kecil yang gak terlalu ramai. Sepi, emang. Tapi bener-bener bikin tenang. Pas banget buat ilangin jenuh. Recomend banget deh jalan kesini :)
Holiday is over. Belumberakhir sih sebenernya, cuma liburan ke Wonosobonya aja yang udah kelar. Gak pengen cepet-cepet balik Jogja sebenernya cuma yaaaaaaaa.... Gitu deh.
Perdana banget ke Wonosobo, indah. Itu kesan pertama yang bisa aku ucapkan saat tiba disana. Memang cuma kota kecil yang gak terlalu ramai. Sepi, emang. Tapi bener-bener bikin tenang. Pas banget buat ilangin jenuh. Recomend banget deh jalan kesini :)
Langganan:
Komentar (Atom)




