Dulu, setiap ada hari special tiba, orang Inggris suka mengirim surat pendek berisi ucapan selamat (ulang tahun,hari raya,pernikahan,kelulusan,dll) di atas kartu kosong. Lama-kelamaan cara ini dianggap tidak praktis. Tahun 1843, Sir Henry Cole mencetak kartu bergambar disertai ucapan selamat itu, sehingga ia tinggal membubuhkan tanda tangan di atasnya. Sejak itulah kartu ucapan mulai populer. Kini cara itu pun dipandang kurang praktis. Banyak orang mengirim ucapan selamat lewat SMS. Sekali tekan tombol “Kirim”, ratusan orang menerima ucapan selamat (ulang tahun,hari raya,pernikahan,kelulusan,dll). Praktis memang, tetapi sentuhan kasihnya kurang terasa. Untuk menunjukkan cinta kasih, orang harus bersedia repot. Perbuatan kasih kasih yang kita lakukan jika di lakukan dengan tulus hati akan memiliki kekuatan yang sangat kuat untuk di rasakan dan merubah karakter seseorang menjadi lebih baik.Kasih lebih berharga dari segala tindakan. Sebab hukum yang terutama dan yang paling utama sebenarnya adalah kasih.
Sentuhan kasih yang keluar dari hati yang tulus, tidak akan dapat digantikan dengan sekedar ucapan melalui alat eletronik secanggih apapun. Sentuhan kasih dan simpati akan terasa lebih bermakna kalau kita hadir secara fisik. Keberadaan kita diantara sesama yang membutuhkan tak tergantikan dengan harta duniawi.
Kesibukan dan kemajuan teknologi kadang membuat kita menyukai segala sesuatu yang serbapraktis dan otomatis. Sentuhan kasih pun diabaikan. Ketika seorang sahabat berduka, kita merasa cukup menelepon atau menyatakan rasa duka lewat SMS, ketimbang membesuk dan memeluknya. Saat ia menikah, kita hanya menghadiri pestanya. Enggan menghadiri pemberkatan pernikahannya. Banyak orang merindukan sentuhan kasih Anda. Maukah Anda sedikit repot untuk mewujudkannya?
Orang lebih membutuhkan sentuhan kasih Anda
daripada semua talenta dan harta milik Anda
Selasa, 30 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar