Pages

Senin, 06 Februari 2012

Thx For Auratmu!

Weeeelll... Sore sunyi blogie :-x
Sepinya kosan ini bikin aku makin suntuk untuk terus ada dijogja. Ah, seandainya nilai salah satu mata kuliahku gak jelek mungkin aku sekarang udah lagi berlenggang dirumah, atau lagi mengacaukan masakan mama. Hehehe :-D oh mama, betapa anakmu sangat kangen :-( seandainya rasamu tak begitu kuat dengan anak-anak kecil itu, udah aku minta mama untuk ada disini bareng aku. Tapiii.. ah aku tau itu bentuk perjuangan mama untuk mencerdaskan anak-abnak indonesia, dnegan moral yang baik tentunya. Amin :)

Oh yaaa.. Btw, tulisan sore ini aku dedikasikan untuk perempuan-perempuan, gadis-gadis dan para wanita yaa yang mungkin akan membaca tulisan ini. Dan pasti juga untukku :-)

Awalnya ketoko buku cuma mau nyariin buku titipan abang aku yang yaa... Beberapa hari kemarin bawel sekali dan maksa untuk dicarikan tapi smape saat ini aku belum juga dapet seperti apa yang dia mau. Dan udah mesti dia harus bersabar. Hehehehe :D Oke, aku muterin toko buku itu, smape aku berhenti dirak buku-buku novel best seller, dan WOW i get the book, ya the title is Thx For Auratmu. The amazing book of course. Entahlah, aku benar-benar tertarik dengan buku ini, ya meskipun tujuan utamaku gak dapet tapi, paling enggak aku gak sia-sia datang ketoko buku dengan tangan kosong. Hehehe. Okay, i bought it. Hehehe im sorry dad i cant resist not to buy this book :-D maaf ya babeh tersayang aku jadi kurang menghemat uang jajanku yang yah, sedang minim ini :-#

Oh ya. Isinya emmm.. Aku sekedar copas aja lah ya.. Ah, miris sekali membaca buku ini dengan beberapa anggapan dari para pria (pasti kebanyakan akan beranggapan yang sama seperti dalam buku itu) jadi begini sepenggal isinya

"Semakin kau buka auratmu, maka semakin habislah misterimu..." uwooo ya emang sih aku setuju banget, mungkin kalimat itu tidak untuk melecehkan atau menyepelekan lebih karena peduli agar kita wanita tak lagi mengubar sesuatu yang semsetinya hanya kita yang mengonsumsinya bukan untuk konsumsi publik :-D

Ada lagi isi yang, yah semstinya jadi renungan para wanita.

Kukira  dulu itu hanya sekedar celoteh usilnya menyaksikan betapa mudahnya menemukan wanita-wanita yang mengumbar auratnya dimana-mana, disepanjang jalanan dan trotoar, juga mal dan pasar. Bahkan, pernah dia bergumam gini, "Aih, kemaluan-kemaluan kok diserahkan begitu saja tidak pada tempatnya seolah tidak ada yang punya lagi...." Kalimatnya 'kemaluan-kemaluan berserakan seolah tak ada yang punya' mengandaikan bahwa aurat-aurat itu begitu mudahnya dijumpai semudah menemukan serakan daun kering hingga plastik bekas belanjaan tanpa nilai. Seolah tak ada yang punya, seolah tak ada harganya.


So, lantaran kesannya aurat-aurat itu sudah tak bernilai lagi, maka ia terasa begitu rendahnya, tanpa chemistry dan misteri apa pun.


Ah ya Tuhan, betapa hati ini rasanya seperti dilempar dengan batu besar. Aku saja yang yah, sekarang udah menggunakan jilbab ngerasain sakit baca isi buku itu. Bagaimana dengan kalian yang hobinya memaerkan paha dan belahan dada kalian? Aku memang belum menjadi muslimah yang ya kental dengan jilbabku tapi insyaAllah paling tidak aku sedang berusaha untuk mengubah cara berpakaian serta hidupku. Menjaga apa yang seharusnya memang harus dijaga agar yang lain tak dapat menyentuhnya. Aku gak munafik, dulu aku juga mungkin suka mengenakan hotpan tapi itu hanya aku lakukan diruamh tidak untuk aku bawa bepergian. Alhamdulillah masih punya batasan. Aku bukan sedang membagus-baguskan diri sendiri hanya mengingat bagaimana dulu :-) ya mungkin aku pernah mengunakan minidress tapi hanya untuk keperluan sesaat. Memang gak semua orang yang pakaiannya minim itu perilakunya juga minim, dan gak semua yang pakaiannya tertutup kelakuannya baik. Ya, humans. Will never be separated from mistake. Well, the attitude or words. Hihihi :)

Ataukah, pemandangan-pemandangan itu memang pertandanya semakin tua dunia ini? Aku bukan orang yamg agamis tapi aku juga bukan orang yang tidak peduli dengan kepercayaanku dengan Tuhanku :) aku tidak sedang membicarakan tingkat keimanan atau ketakwaan seseorang, tapi kita semua pasti udah bisa mengukur dan berfikir gimana buruknya dunia sekarang ini. Penurunan iman orang-orang, bahkan mungkin sekarang banyak dari manusia yang menjadi atheist tapi semoga diantara kita baik aku, kamu, dia, atau mereka bukanlah diantara orang-orang tersebut.

Ada lagi, bagian dari tulisan dalam buku itu yang yah, aku rasa memang benar.

Setiap ada bagian dari aurat itu yang dibuka, apalagi dibiarkan dikeramus diatas nama cinta sekalipun, semakin habislah misteri bagian-bagian aurat itu dari dirimu. Semakin jauh kau buka, maka akan semakin jauh pulalah pudarnya chemistry-mu.


Hingga pada titik penghabisan, di mana sudah tidak ada lagi aurat yang lebih hebat dari aurat terakhirmu, jika masih  kau buka juga, masih kau biarkan dikremeti juga, maka sempurnalah habis dirimu sebagai manusia!


Ah, wanita. Betapa sangat terlihat tidak berharganya kita bila bagian yang seharusnya kita tutup menjadi tontonan gratis bagi kaum adam dan dengan pikiran negatif mereka terhadap apa yang mereka lihat. Kita membiarkan mereka menikmati keindahan tubuh kita dengan sangat gratis, ah pelacurpun enggak dilihat dan diraba dengan gratis. Bukan membandingkan dengan pelacur, tapi coba lah memahami. Kita bisa jauh lebih berharga dari sebuah intan, intan termahal yang sering dilelang oleh banyak saudagar kaya. Sedih, ternyata anggapan kaum adam tak lebih dari sebuah lecehan. Oh mungkin bukan lecehan, tapi sekedar opini miring ah sama aja kan? Intinya tetep aja mencela.

So, come on guys. Ayo kita sama-sama membenahi diri. Jadikan diri kita lebih mahal dari intan permata. Kita pasti bisa lebih dari itu :)

2 komentar:

Unknown mengatakan...

muter² nyari buku ini.. jarang dijual di toko buku online deh.. ngedapetinnya dmana yah?

Na-Annisa Fitri mengatakan...

aku beli di Toga Mas, sis. Bukan di online :)

Posting Komentar